Oleh: Saidina Ali
Media social berkembang pesat seiring perkembangan teknologi dan informasi dunia. Seiring perkembangannya, media social mengambil peran penting dalam membentuk sebuah dunia baru yang dikenal dengan dunia maya.
Media social yang semula merupakan alat komunikasi digital yang bertujuan untuk menjalin komunikasi dalam jaringan penggunanya berubah bentuk laksana pisau dapur. Pisau dapur jika digunakan oleh orang baik, maka akan terwujud berbagai hidangan yang lezat dan nikmat. Namun sebaliknya pisau dapur ditangan orang yang tidak baik, maka dapat melukai orang lain bahkan melukai diri sendiri.
Tidak dapat dipungkiri dalam kondisi kekinian media social sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia dan tak terpisahkan. Maka fakta-fakta banyaknya dampak buruk media social bagi kehidupan manusia juga harus diiringi dengan upaya perlawanan terhadap kejahatan dimedia social dengan penuh optimis.
Jika pengguna media social didominasi oleh orang-orang baik, maka yang akan dilahirkan oleh media social adalah kebaikan-kebaikan dari berbagai sendi kehidupan manusia. Media social akan menjadi corong-corong dakwah para penebar kebaikan. Menjadi media ajar guru-guru dan tempat inspirasi dan keteladanan ditebarkan.
Media social yang menjadi ruang besar dalam dunia maya, seyogiayanya juga memiliki tatanan kehidupan yang baik, lingkungan yang sehat dan positif, serta aturan main yang progresif. Bisakah mewujudkan tatanan kehidupan yang baik dunia maya lewat media social yang sehat? Lagi-lagi kita harus berpandangan optimis bisa. Bagaimana caranya? Kembali kepada rumus perubahan 3 M (Memulai dari diri sendiri, Memulai dari hal terkecil, Memulai dari sekarang).
Hal yang paling mungkin dilakukan oleh seorang gusdurian dalam mewujudkan media social yang sehat adalah dengan terus menebar nilai-nilai universal gusdur lewat media social secara massif dan penuh semangat pembaharuan serta syi’ar kebaikan.
Media social menjadi sangat penting untuk para pembentang kebaikan, mengingat media social sangat dekat dengan personal masyarakat, dapat mempengaruhi pikiran dan prilaku masyarakat dalam berbagai kondisi, baik saat berdiri, duduk maupun berbaring di tempat tudur dalam kamar terkunci, pada sebuah rumah yang tertutup yang dikelilingi pagar besi sekalipun.
Hal fenomenal yang saya temukan terkait manfaat medsos kekinian adalah medsos sebagai sarana perjuangan dan aspirasi. Terkait medsos sebagai sarana perjuangan dan aspirasi tentunya dapat kita rasakan dengan banyaknya gerakan-gerakan menentut keadilan dan penyampaian aspirasi lewat media social. Sebagian berhasil sebagian yang lain hanyut dan hanya menjadi jejak digital. Tentunya tidak asing di layar gawai kita aksi-aksi dimedia social yang memuat aspirasi ataupun tuntutan keadilan. Tentunya ini menjadi fenomena yang positif, karena pola aksi yang tradisional terbilang repot-merepotkan dengan menggalang masa dan unjuk rasa di jalanan sekarang bisa dilakukan dengan tulisan-tulisan yang menggugah serta satire-satire dan meme yang kemudian diviralkan. Aksi-aksi kreatif pengguna medsos juga bermunculan dan menyentuh ranah social seperti menggalang dana untuk korban bencana, serta membantu kaum miskin dhuafa dalam meringankan beban hidup dan berbagi kebahagian. Potret-potret keajaiban medsos yang kreatif dan membawa dampak positif ini tentulah sisi indah dari medsos yang harus terus dipupuk dan di tebarkan. Agar medsos menjadi tempat yang didominasi orang-orang baik, saat ini dan kemudian nanti.


